Bauh Pir, Pengaruhnya Pada Menu Seimbang Balita

Masa tumbuh kembang balita sangatlah penting, untuk itu Bunda sebaiknya memberikan segala yang terbaik mulai dari pakaian sampai makanan. Makanan pada saat masa tumbuh kembang ini tentunya harus sesuai dengan menu seimbang balita.

Salah satu elemen dalam menu empat sehat lima sempurna atau menu seimbang ini adalah buah. Tetapi seringkali Bunda bingung memilih buah manakah yang cocok untuk balita dan aman bagi sistem pencernaannya. Cobalah untuk mempertimbangkan buah yang satu ini, Bun. Buah ini adalah Buah Pir yang ternyata memiliki banyak kandungan sehat dan aman bagi pencernaan si kecil

Pir adalah salah satu jenis buah yang baik untuk balita karena sifatnya yang mudah dicerna dan kaya nutrisi. Bila sejak dini Bunda ingin memperkenalkan buah ini pada si kecil, lakukanlah sejak ia berusia 8 bulan. Buah Pir mengandung vitamin, mineral, antioksidan bahkan antimikroba yang sangat berguna untuk si kecil kesayangan Bunda. Antioksidan adalah zat yang memiliki peranan untuk melidungi sel-sel di dalam tubuh bahkan mencegah kerusakan DNA. Zat ini sama pentingnya dengan vitamin yang juga akan memberi nutrisi dan melindungi tubuh dari penyakit-penyakit tertentu. Selain itu, vitamin dan mineral dalam buah Pir mampu meningkatkan penglihatan, pertumbuhan tulang, perkembangan otak dan produksi sel darah merah.

Beberapa kandungan yang terdapat dalam Buah Pir sangatlah bermanfaat bagi tubuh dan tidak hanya soal antioksidan saja. Vitamin C, Vitamin A dan Tembaga dalam buah Pir dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan berbagai bibit penyakit. Peran vitamin C juga sebagai penangkal radikal bebas yang berpotensi merusak sel-sel tubuh. Selanjutnya adalah manfaat Pir sebagai sumber energi. Dengan kadar glukosa dalam buahnya, Pir dapat menjadi sumber energi bagi si kecil dalam beraktivitas.

Pir yang karakternya mudah dicerna akan mudah diserap oleh tubuh dan tubuh akan mengubah kandungan dalam buah pir menjadi sumber energi. Selain sebagai sumber energi dan penjaga sistem kekebalan tubuh, Buah Pir juga dapat menjadi solusi tepat untuk menyapih balita kesayangan Bunda. Pir yang memiliki serat tinggi akan aman untuk pencernaan si kecil dan membuatnya lebih kenyang. Bunda dapat mengupas buah pir dan memanaskannya sehingga menjadi Bubur. Namun di sisi lain, sebaiknya buah pir tidak diberikan pada anak-anak yang sedang menderita diare.

Memasukkan buah Pir ke dalam daftar buah wajib konsumsi dalam menu sehat balita Bunda dapat menjadi alternatif yang baik. Tetapi di sisi lain, Bunda sebaiknya hati-hati karena buah Pir termasuk ke dalam daftar buah yang dapat menyebabkan alergi. Sebenarnya, Pir akan memicu alergi yang dimiliki si kecil. Bukan berarti Pir benar-benar menyebabkan si kecil menjadi menderita alergi setelah mengonsumsinya. Alergi ini bisa muncul di area wajah atau sekiar bibir dalam bentuk ruam yang merah. Konsultasikan segera dengan dokter untuk menangani kasus ini lebih lanjut. Akan tetapi, bila Bunda merasa tidak aman untuk memberikan buah Pir pada usia 8 bulan lakukan pada usia 1 tahun karena umumya pada usia ini tubuh balita sudah mulai menerima makanan-makanan yang menjadi alergennya.

Pada kenyataannya, tidak mudah untuk menyusun menu seimbang untuk balita. Berbagai hal patut dipertimbangkan, termasuk alergi pada balita yang dapat ditimbulkan oleh buah kaya manfaat, yaitu Buah Pir. Cermatlah dalam mengatur menu makan balita ya, Bun. Menu haruslah variatif dan menyehatkan balita sehingga tumbuh kembangnya tidak terhambat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *