3 Hal yang Perlu Orang Tua Lakukan Terhadap Anak Laki – Lakinya

(kumparan.com) Ketika orang tua memiliki seorang anak baik itu laki – laki ataupun perempuan, tentunya harus dibekali dan diajari sejumlah pembelajaran dari berbagai segi dan hal untuk mendidik anak menjadi mandiri dan mampu berkompetisi dengan baik dalam lingkungan.

Biasanya, cara orang tua mengajarkan anak laki-laki dan perempuan berbeda. Biasanya orang tua mengajarkan anak laki – lakinya menjadi seorang anak yang pemberani dan mampu untuk bekerja keras tidak kenal lelah dan tidak cengeng. Sedangkan anak perempuannya diajarkan dalam hal kelembuatan dan kemampuan dalam mengurus keluarga seperti memasak dan berkebun.

Namun ternyata mengajarkan anak laki-laki tidak sekadar mengajarkan hal-hal yang maskulin. Anak laki-laki perlu diajarkan beberapa hal ini untuk menunjang kehidupannya kelak. Dilansir Times of India, inilah sederet hal yang perlu orang tua ajarkan kepada anak laki-lakinya:

Menangis Bukan Berarti Tidak Laki

Anak laki-laki memang lebih sering dituntut untuk tidak menangis atau tidak cengeng. Namun, bukan berarti anak laki-laki tidak boleh menangis sama sekali. Menangis bukan berarti mengurangi kejantanan anak tersebut, karena bagaimanapun emosi boleh ditumpahkan dalam bentuk sebuah tangisan. Dan orang tua perlu mengajarkan ini kepada anak laki-lakinya tanpa mengurangi ajaran tentang bersikap tegar.

Mengemas atau Membersihkan Rumah

Kegiatan ini bukan hanya untuk anak perempuan saja. Karena kegiatan ini juga harus diajarkan kepada anak laki-laki agar kelak mereka bisa menjadi pribadi yang lebih mandiri. Bahkan meskipun Anda memiliki asisten rumah tangga, jangan biarkan anak laki-laki Anda hanya asyik bermain video games saat di dalam rumah. Anak laki-laki juga harus diajarkan untuk menyapu, mengepel dan juga mencuci motor atau mobil.

Memasak

Kebanyakan chef di dunia berjenis kelamin laki-laki. Hal inilah yang membuktikan bahwa kegiatan ini juga harus dilakukan oleh pria. Biasakan anak Anda untuk berada di dapur dengan menyuruhnya untuk sekadar memotong sayuran atau mencuci piring. Karena memasak juga bisa menstimulasi otak anak agar lebih kreatif dan mandiri.

Baca selengkapnya di kumparan.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *